06 Maret, 2016
Punya Modal Populasi Besar, Indonesia Diuntungkan di MEA
DEPOK – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih menjelaskan dalam 20-30 tahun terakhir batas ekonomi tarif arus barang dihapus untuk meningkatkan arus perdagangan antar negara. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan.
“Batas ekonomi membuat arus barang keluar masuk saat ini ada batasnya. Di antaranya tarif. Ada barang dari luar negeri ke Indonesia ada batasannya, tarif 25 persen. Dulu kalau kita menolak ekonomi suatu negara barang tak mudah masuk dari LN ke Indonesia,” kata Sri di Pondok Pesantren Al Hikam milik Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok, Selasa (1/3/2016).
“Tetapi dalam 20-30 tahun terakhir, batas tadi dihilangkan tarif diturunkan. Atau tarifnya nol persen. Kapas, kedelai, kita masih impor,” tambah dia.
Menurutnya, Indonesia diuntungkan dengan jumlah populasi yang besar. Dia menjelaskan, jika ASEAN bersatu maka pasar akan semakin kuat.
“Jepang Tiongkok Taiwan manfaatkan perdagangan internasional ekspor meningkatkan kesejahteraannya. Populasi penduduk di ASEAN 600 juta. Kira-kira dua kali dari penduduk Indonesia. Berkumpul jadi satu di MEA, ingin manfaatkan pasar dan penduduk yang besar tingkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Namun, dia menilai posisi perekonomian Indonesia berada di tengah negara ASEAN. Salah satunya terkait pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. “Di ASEAN, Indonesia berada di tengah-tengah. Pendapatan per kapita orang di Indonesia di tengah – tengah. Paling makmur Singapura, Malaysia, Thailand,” tandasnya.
Sumber: economy.okezone.com dalam http://walisongoonline.com/
17 Juni, 2012
Nyeser Nevel Die
Cerita
ini berawal dari belajar gw di pesantren. Setelah beberapa tahun mondok,-
istilah santri yang belajar dengan cara tinggal di pesantren. Gw dpt kesempatan
nempatin kantor. Jadilah doctor, ato mondok di kantor.
Beberapa
hari di kantor, temen sekantor gw ,sebut saja Dul, dpt perintah dari Kyai untk
masangin interphone ato telpon antar gedung dalm satu kompleks. Interphone tadi
dipasang antar kantor dan rumah kyai. Setengah hari penuh dia ngulur2 kabel,
selesai juga kerjaannya.
Hari
itu udah keliatan siang dan panas. Di kantor, gw tdur pules, biasa di pesantren
jika sebelum dhuhur adalah waktu qoilulah ato tidur sebentar. Sementara itu,
Dul masih nyoba2 alat barunya dirumah kyai.
“Kring..3x”;
suara berisik dari interphone yang dipasang di kantor. Gw angkat. “Halo..”:
kedengeran suara Dul dari Gagang interphone. “Halo”: Jawab gw. “Gimana denger suara
gw?”: Tanya Si Dul..”iye denger!”:sambil ngantuk2 gw nimpalin. “Ok sip!”: Dul
ngakhirin pembicaran. “Alhamdulillah..!”: Gumam gw sambil ngloyong ke lantaibad
gw,(sbgai ganti springbad di hotel).
Lima
menit kemudian Kring..3x suara itu kedengeran lgi. Gw angkat: “halo ada apa?”.
“Ngetes kuping”: Kata si Dul. “Busy**t dah..!”: sambil bersungut2, gw balik ke
peraduan.
Sebentar
kemudian..”kring..3x”: Suara itu kedengeran ktiga klinya. “Wah kurang aj*r nih
anak!. Hehm, kebetulan nih gw kebelt kent*t..gw siapin yg gede”.
Tanpa
basa basi, gw angkt langsung gagang interphone itu. Sambil gw deketkan ke My
Bok*ng, qw bom: “bro**t..!”, Mangsteb dlm pikiran gw. Lantas, Gw tempelin
gagang interphone ke kuping untk ndegerin reaksinya.
“Kang!”
Terdengar suara penuh wibawa dari tu alat, manggil sapaan gw. “Astaghfirullah
Yai.. mohon maaf Yai, saya kira Si Dul tadi”. “Ya Allah ampuni Hamba”: Teriak
hati gw. “Bagaimana, Kang?. Alat ini bisa kedengar?”: Sapa Kyai seakan-akan
tidak terjadi apa2.
Waduh..Jika
Kyai saya saat ini membaca tulisan ini, sekali lagi, saya mengucapkan mohon
maaf yang sebesar-besarnya. Semoga ilmu yang saya dapatkan tetap bermanfaat.
Don't
try at home..
14 Juni, 2012
Perluas Wawasan Kebangsaan, STKQ Al-Hikam Depok Kunjungi DPD RI
Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di komplek Parlemen Senayan
Jakarta didatangi delegasi dari mahasiswa STKQ A-Hikam Depok, Rabu
(13/6). Rombongan disambut dengan tangan terbuka oleh Bambang Soeroso
sebagai ketua Kelompok DPD di MPR RI.
Pimpinan rombongan dari Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran AL-Hikam
Depok, Ustadz Hilmi Ashidiqqie Al-Aroqi mengatakan delegasi dari STKQ
Al-Hikam ini untuk menerapkan kajian kebangsaan dan menambah wawasan
kebangsaan sesuai salah satu pilar dalam pendidikan mereka.
Menurut ustadz muda ini, ada empat pilar dalam pendidikan Al-Hikam. Yang pertama adalah Al-Quran. Yang kedua adalah pesntren mahasiswa. Yang ketiga adalah kajian keagamaan dan yang terakhir adalah kajian kebangsaan.
"Kajian kebangsaan inilah yang mendasari kunjungan mahasiswa STKQ Al-Hikam datang ke DPD RI di Senayan," ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Bambang Soeroso dan senator asal Papua Wahidin Ismail menyambut delegasi mahasiswa pondok pesantren asuhan KH Hasyim Muzadi ini. Dalam sambutannya Bambang Soeroso mengingatkan generasi muda di Al-Hikam untuk ikut mendorong kerja besar DPD yaitu perubahan kelima UUD 1945.
Menurut Bambang Soeroso, kehadiran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pasca amandemen ketiga UUD 1945 memiliki arti yang cukup strategis didalam mempertegas sistem presidensial yang kuat dan kokoh, lanjutnya. Paling tidak konsep awal pembentukan DPD RI sesungguhnya diarahkan untuk membangun sistem bikameral yang kuat dan efektif (strong and effective bicameral).
Bambang Soeroso menyatakan saat kelahirannya DPD diharapkan menjadi golden bridge dan menghindarkan dari disintegrasi bangsa. Kebijakan sentralisasi lebih mendengarkan aspirasi dari pulau Jawa yang menjadi mayoritas, sehingga tidak adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ujar senator asal Bengkulu ini.
Proses Amandemen Kelima
Untuk melakukan perubahan kelima UUD 1945, dalam prosesnya masih dibutuhkan persetujuan oleh partai politik yang berada di DPR. Hal ini mengacu pada pasal 37 UUD yang mengatakan untuk melakukan perubahan pada Undang-Undang Dasar harus disetujui oleh 2/3 anggota MPR yang terdiri dari DPD dan DPR.
"Oleh karena itu komunikasi politik terus kami lakukan," tegasnya. Di akhir sambutannya, beliau mengungkapkan keoptimisannya dalam mengusung perubahan kelima ini.
(sumber: http://perubahankelimauud45.com)
Menurut ustadz muda ini, ada empat pilar dalam pendidikan Al-Hikam. Yang pertama adalah Al-Quran. Yang kedua adalah pesntren mahasiswa. Yang ketiga adalah kajian keagamaan dan yang terakhir adalah kajian kebangsaan.
"Kajian kebangsaan inilah yang mendasari kunjungan mahasiswa STKQ Al-Hikam datang ke DPD RI di Senayan," ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Bambang Soeroso dan senator asal Papua Wahidin Ismail menyambut delegasi mahasiswa pondok pesantren asuhan KH Hasyim Muzadi ini. Dalam sambutannya Bambang Soeroso mengingatkan generasi muda di Al-Hikam untuk ikut mendorong kerja besar DPD yaitu perubahan kelima UUD 1945.
Menurut Bambang Soeroso, kehadiran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pasca amandemen ketiga UUD 1945 memiliki arti yang cukup strategis didalam mempertegas sistem presidensial yang kuat dan kokoh, lanjutnya. Paling tidak konsep awal pembentukan DPD RI sesungguhnya diarahkan untuk membangun sistem bikameral yang kuat dan efektif (strong and effective bicameral).
Bambang Soeroso menyatakan saat kelahirannya DPD diharapkan menjadi golden bridge dan menghindarkan dari disintegrasi bangsa. Kebijakan sentralisasi lebih mendengarkan aspirasi dari pulau Jawa yang menjadi mayoritas, sehingga tidak adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ujar senator asal Bengkulu ini.
Proses Amandemen Kelima
Untuk melakukan perubahan kelima UUD 1945, dalam prosesnya masih dibutuhkan persetujuan oleh partai politik yang berada di DPR. Hal ini mengacu pada pasal 37 UUD yang mengatakan untuk melakukan perubahan pada Undang-Undang Dasar harus disetujui oleh 2/3 anggota MPR yang terdiri dari DPD dan DPR.
"Oleh karena itu komunikasi politik terus kami lakukan," tegasnya. Di akhir sambutannya, beliau mengungkapkan keoptimisannya dalam mengusung perubahan kelima ini.
(sumber: http://perubahankelimauud45.com)
11 Juni, 2012
ISTIQAMAH
KH A. Hasyim Muzadi
Istiqamah menurut bahasa berarti ajek, terus menerus, kontinyu, konsisten atau teguh pendirian. Allah SWT berfirman, yang artinya :
“Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagainana yang telah diperintahkan kepada kamu”. (Hud, 11 : 112)
Kemudian Allah berfirman tentang keistimewaan yang diberikan kepada orang yang beristiqamah :
”Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka
(untuk mengatakan ) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu
merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah
dijanjikan Allah kepadamu “. Kami (Allah) adalah pelindung-pelindungmu dalam
kehidupan dunia maupun akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang
kamu inginkan dan memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan
bagimu dan Tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang (Fushilat, 41 :30-32).
Dari ayat diatas ada tiga janji Allah kepada orang yang bersitiqamah :
- Akan mendapat perlindungan langsung dari Allah melalui malaikat-malaikatnya
- Akan terbebas dari rasa takut dan rasa sedih dari apapun yang menimpanya
- Akan dipenuhi apa yang diinginkan baik di kehidupan dunia dan akhirat.
Langganan:
Postingan (Atom)


