17 Juni, 2012

Nyeser Nevel Die


 
Cerita ini berawal dari belajar gw di pesantren. Setelah beberapa tahun mondok,- istilah santri yang belajar dengan cara tinggal di pesantren. Gw dpt kesempatan nempatin kantor. Jadilah doctor, ato mondok di kantor.

Beberapa hari di kantor, temen sekantor gw ,sebut saja Dul, dpt perintah dari Kyai untk masangin interphone ato telpon antar gedung dalm satu kompleks. Interphone tadi dipasang antar kantor dan rumah kyai. Setengah hari penuh dia ngulur2 kabel, selesai juga kerjaannya.

Hari itu udah keliatan siang dan panas. Di kantor, gw tdur pules, biasa di pesantren jika sebelum dhuhur adalah waktu qoilulah ato tidur sebentar. Sementara itu, Dul masih nyoba2 alat barunya dirumah kyai.

“Kring..3x”; suara berisik dari interphone yang dipasang di kantor. Gw angkat. “Halo..”: kedengeran suara Dul dari Gagang interphone. “Halo”: Jawab gw. “Gimana denger suara gw?”: Tanya Si Dul..”iye denger!”:sambil ngantuk2 gw nimpalin. “Ok sip!”: Dul ngakhirin pembicaran. “Alhamdulillah..!”: Gumam gw sambil ngloyong ke lantaibad gw,(sbgai ganti springbad di hotel).

Lima menit kemudian Kring..3x suara itu kedengeran lgi. Gw angkat: “halo ada apa?”. “Ngetes kuping”: Kata si Dul. “Busy**t dah..!”: sambil bersungut2, gw balik ke peraduan.

Sebentar kemudian..”kring..3x”: Suara itu kedengeran ktiga klinya. “Wah kurang aj*r nih anak!. Hehm, kebetulan nih gw kebelt kent*t..gw siapin yg gede”.

Tanpa basa basi, gw angkt langsung gagang interphone itu. Sambil gw deketkan ke My Bok*ng, qw bom: “bro**t..!”, Mangsteb dlm pikiran gw. Lantas, Gw tempelin gagang interphone ke kuping untk ndegerin reaksinya.

“Kang!” Terdengar suara penuh wibawa dari tu alat, manggil sapaan gw. “Astaghfirullah Yai.. mohon maaf Yai, saya kira Si Dul tadi”. “Ya Allah ampuni Hamba”: Teriak hati gw. “Bagaimana, Kang?. Alat ini bisa kedengar?”: Sapa Kyai seakan-akan tidak terjadi apa2.

Waduh..Jika Kyai saya saat ini membaca tulisan ini, sekali lagi, saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga ilmu yang saya dapatkan tetap bermanfaat.

Don't try at home..

14 Juni, 2012

Perluas Wawasan Kebangsaan, STKQ Al-Hikam Depok Kunjungi DPD RI

Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di komplek Parlemen Senayan Jakarta didatangi delegasi dari mahasiswa STKQ A-Hikam Depok, Rabu (13/6). Rombongan disambut dengan tangan terbuka oleh Bambang Soeroso sebagai ketua Kelompok DPD di MPR RI. Pimpinan rombongan dari Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran AL-Hikam Depok, Ustadz Hilmi Ashidiqqie Al-Aroqi mengatakan delegasi dari STKQ Al-Hikam ini untuk menerapkan kajian kebangsaan dan menambah wawasan kebangsaan sesuai salah satu pilar dalam pendidikan mereka.
Menurut ustadz muda ini, ada empat pilar dalam pendidikan Al-Hikam. Yang pertama adalah Al-Quran. Yang kedua adalah pesntren mahasiswa. Yang ketiga adalah kajian keagamaan dan yang terakhir adalah kajian kebangsaan.
"Kajian kebangsaan inilah yang mendasari kunjungan mahasiswa STKQ Al-Hikam datang ke DPD RI di Senayan," ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Bambang Soeroso dan senator asal Papua Wahidin Ismail menyambut delegasi mahasiswa pondok pesantren asuhan KH Hasyim Muzadi ini. Dalam sambutannya Bambang Soeroso mengingatkan generasi muda di Al-Hikam untuk ikut mendorong kerja besar DPD yaitu perubahan kelima UUD 1945.
Menurut Bambang Soeroso, kehadiran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pasca amandemen ketiga UUD 1945 memiliki arti yang cukup strategis didalam mempertegas sistem presidensial yang kuat dan kokoh, lanjutnya. Paling tidak konsep awal pembentukan DPD RI sesungguhnya diarahkan untuk membangun sistem bikameral yang kuat dan efektif (strong and effective bicameral).
Bambang Soeroso menyatakan saat kelahirannya DPD diharapkan menjadi golden bridge dan menghindarkan dari disintegrasi bangsa. Kebijakan sentralisasi lebih mendengarkan aspirasi dari pulau Jawa yang menjadi mayoritas, sehingga tidak adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ujar senator asal Bengkulu ini.
Proses Amandemen Kelima
Untuk melakukan perubahan kelima UUD 1945, dalam prosesnya masih dibutuhkan persetujuan oleh partai politik yang berada di DPR. Hal ini mengacu pada pasal 37 UUD yang mengatakan untuk melakukan perubahan pada Undang-Undang Dasar harus disetujui oleh 2/3 anggota MPR yang terdiri dari DPD dan DPR.
"Oleh karena itu komunikasi politik terus kami lakukan," tegasnya. Di akhir sambutannya, beliau mengungkapkan keoptimisannya dalam mengusung perubahan kelima ini.
 (sumber: http://perubahankelimauud45.com)

11 Juni, 2012

ISTIQAMAH
KH A. Hasyim Muzadi

Istiqamah menurut bahasa berarti ajek, terus menerus, kontinyu,  konsisten atau teguh pendirian. Allah SWT berfirman, yang artinya :
Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagainana yang telah diperintahkan kepada kamu”. (Hud, 11 : 112)

Kemudian Allah berfirman tentang keistimewaan yang diberikan kepada orang yang beristiqamah :
”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka (untuk mengatakan ) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan  Allah kepadamu “. Kami (Allah) adalah pelindung-pelindungmu  dalam kehidupan dunia maupun akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dan Tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang (Fushilat, 41 :30-32).

Dari ayat diatas ada tiga janji Allah kepada orang yang bersitiqamah :
  1. Akan mendapat perlindungan langsung dari Allah melalui malaikat-malaikatnya
  2. Akan terbebas dari rasa takut dan rasa sedih dari apapun yang menimpanya
  3. Akan dipenuhi apa yang diinginkan baik di kehidupan dunia dan akhirat.

10 Juni, 2012

Lele Masuk Pesantren

Pesantren al-Hikam Depok mengadakan pelatihan budidaya lele. Pelatihan tersebut diselenggarakan di salah satu tempat budi daya ikan milik Lurah Pengasinan, Sawangan, Depok. Menurut KH. Hasyim Muzadi,  Pengasuh Pesantren al-Hikam Malang dan Depok "Kita masih hidup di dunia bukan di akhirat, maka perlu bekerja. Hari selasa merupakan hari untuk bekerja". Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya setiap hari digunakan untuk mengaji dan kuliah. "Pelatihan ini untuk menumbuhkan jiiwa interpreneurship mahasiwa" tandas beliau.